Minggu kemarin Papa Noor nggak pulang ke Bandung karena mau ujian. Hwuaaa....padahal hari sabtunya ibu ada ondangan 2 buah, kebayang kudu nyetir sendiri, bawa anak-anak....oh no!! (secara selama ini bisanya ada Papa SIAGA/Siap Antar jaGa, kemanapun Ibu mau pergi, blio siap mengantar Ibu....hik...hik...I miss U Pa!)
Untung pas hari H, ada bala bantuan dari Tante dan sepupu yang sekalian mau nebeng ke kondangan....okay deh...hayyu!!! Seneng karena berarti ada yang bantuin jaga anak2...fiuuh.....
Ibu hari itu jadi sopir, dah lama gak bawa mobil apalagi bawa mobilnya sambil pake baju + sepatu kondangan (hihihihiy). Jalanan padat merayap, motor-motor seliweran meliuk-liuk...wuiihh ngeri!! Ibu 2x nge-rem mendadak bikin Tante dag-dig-dug ;p aKhirnya sampai juga di tempat tujuan, alhamdulillah :) seterusnya perjalanan lancar-car, mungkin karena Ibu udah mulai terbiasa dengan sikon. Padahal......jaman kuliah Ibu biasa ngebut pake starlet merah...., sekarang mentang-mentang udah ada sopir pribadi jadi rada2 manja gitu huuuu!!!
Rasanya aneh banget Papa Noor gak pulang ke Bandung, rasanya ada yang kurang...hiks...hiks.. untung besok udah hari jumat lagi, dan Papa pulang....horreee!!!
Thursday, July 10, 2008
Sunday, July 06, 2008
Tuesday, July 01, 2008
Kalau Begini Caranya Kapan Mereka Bisa Maju?
Selama Ibu kerja di kantor, yang mengasuh anak-anak di rumah adalah Idah. Idah sudah hampir 4 th bekerja dengan keluarga kita. Alhamdulillah Idah termasuk anak yang soleh dan nggak neko-neko, polos banget orangnya dan pastinya baik bekerjanya. Karena sudah hampir 4 th bekerja, kita sekeluarga juga udah merasa cocok, udah sama-sama tau, udah enak lah, udah dianggap bagian dari keluarga besar kita (baik dari keluarga Ibu maupun dari keluarga Papa Noor).
Idah usianya sekarang 18th, berasal dari Kabupaten Garut (daerah Singajaya....masih sekitar 4 jam dari kota Garut). Dia sulung dari 4 bersaudara. Adik tirinya 3 orang masih kecil-kecil, ibunya adalah ibu rumah tangga, bapak tirinya (ibunya cerai dengan bapak kandungnya dan Idah ikut dengan ibu kandung dan bapak tirinya) pedagang rujak di daerah Kopo-Bandung.
Menurut cerita dari Idah tentang desa dan keluarganya, mata pencaharian mereka tidak bertani maupun beternak, rata-rata orang di desanya pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Sisanya yang tinggal di desa tidak memiliki pekerjaan aliyas hanya mengandalkan sodara mereka yang kerja di kota. Desa tempat Idah berasal sepertinya termasuk desa terpencil karena akses untuk masuk ke sana agak sulit.
Yang sangat mengusik pikiran Ibu adalah sejak bekerja di tampat Ibu, Idah selalu diporotin oleh keluarganya. Adaaa aja alasan untuk selalu pinjam uang yang ujung-ujungnya nggak dikembalikan. Yang minta itu mulai dari bapak tiri nya lah, kakeknya lah, paman nya lah...wis pokok'e semua minta uang.
Untung Idah anak penurut dan bisa dinasehati, lebaran tahun kemarin saya bujuk untuk membeli perhiasan emas, alhamdulillah Idah nurut uang gajinya ia tabung lalu dibelikan perhiasan emas (sebelum harga emas melambung tinggi seperti sekarang). Eh, gak lama setelah beli emas, bapak tirinya datang mau pinjem uang untuk beli tanah di samping rumahnya di desa. Katanya tanah itu akan dijual murah untuk keperluan yang mendesak. Tanah di atas tanah itu ditanami pohon bambu, yang katanya si bambu sangat laku untuk dijual. Singkat kata kalau tanah itu bisa dibeli akan banyak menolong keluarga Idah. Tapi masalahnya Idah nggak punya uang sebanyak yang diinginkan bapak tirinya malam itu juga. Bapak tirinya ngotot supaya Idah meminjamkan perhiasan emasnya, tapi Ibu larang (Ibu sadar Ibu udah terlalu jauh mencampuri urusan mereka), tapi ini kan demi Idah. Idha sih nurut aja ke Ibu dia nggak menyerahkan si perhisan emasnya ke bapak tirinya, sebagai gantinya sebenernya masih kurang banyak juga sih, Idah menggadaikan gajinya sampai lebaran untuk diberikan kepada bapak tirinya. Jdi sekarang nih sampai lebaran Idah udah gak punya gaji.
Waktu pun beralalu tanpa ada kabar lagi bagaimana cerita si tanah yang dibeli itu. Sampai suatu hari, beberapa minggu yng lalu, kakeknya Idah datang ke rumah, memberitahukan bahwa bibi nya Idah akan menikah dan Idah diharuskan pulng ke desa. Selain itu si kakek juga memberi tahu bahwa ibunya Idah sedng hamil 5 bulan anak yang ke-5 (padahal 2 tahun yang lalu baru aja punya bayi aliyas dik nya idah yang paling bungsu). Sebetulnya tujuan utama si kakek mendatangi Idah bukn hanya itu, dia tuh juga mau minta uang ke Idah beberapa ratus ribu, tapi kan Idah udah gak punya uang. Ketika bertemu kakenya Idah pun bertanya tentang tanah itu, kakeknya bilang nggak ada yang menjual tanah di dekat rumahnya, dan tanah itu msih menjadi milik yang punyanya. Kebenaran mulai terkuak.......
Seminggu yang lalu Idah pmit minta ijin pulng kampung untuk menghadiri pernikahan bibi nya. Kembali ke Bandung membawa berita bahwa memang uangnya tidak dibelikan tanah, tapi ditabungkan di bank (kata bapk tirinya Idah) entah lah....
Duhh...itu keluarganya Idah yah....apa mereka nggak mikir ya? Idah tuh di sini kerja bukan main-main, kok ya tegaaaaa morotin hasil banting tulang nya Idah.Untung dulu Ibu sempet ikut campur masalah perhiasan emas, coba kalo enggak? Punya apa Idah? Keluarganya itu bisanya menggampangkan, mereka tidak bekerja tapi maunya punya uang. Kerjanya hanya minta uang dan bikin anak, duhh...bener-bener nggak mikir jauh ke depan.....gak ada kepikiran bahwa mereka itu harus bekerja keras.....nggak ada sama sekali, nggak kepikiran untuk menabung entah dalam bentuk uang maupun investasi (tanah, ternak dsb).Parah! Kapan coba mereka bisa maju????
Idah usianya sekarang 18th, berasal dari Kabupaten Garut (daerah Singajaya....masih sekitar 4 jam dari kota Garut). Dia sulung dari 4 bersaudara. Adik tirinya 3 orang masih kecil-kecil, ibunya adalah ibu rumah tangga, bapak tirinya (ibunya cerai dengan bapak kandungnya dan Idah ikut dengan ibu kandung dan bapak tirinya) pedagang rujak di daerah Kopo-Bandung.
Menurut cerita dari Idah tentang desa dan keluarganya, mata pencaharian mereka tidak bertani maupun beternak, rata-rata orang di desanya pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Sisanya yang tinggal di desa tidak memiliki pekerjaan aliyas hanya mengandalkan sodara mereka yang kerja di kota. Desa tempat Idah berasal sepertinya termasuk desa terpencil karena akses untuk masuk ke sana agak sulit.
Yang sangat mengusik pikiran Ibu adalah sejak bekerja di tampat Ibu, Idah selalu diporotin oleh keluarganya. Adaaa aja alasan untuk selalu pinjam uang yang ujung-ujungnya nggak dikembalikan. Yang minta itu mulai dari bapak tiri nya lah, kakeknya lah, paman nya lah...wis pokok'e semua minta uang.
Untung Idah anak penurut dan bisa dinasehati, lebaran tahun kemarin saya bujuk untuk membeli perhiasan emas, alhamdulillah Idah nurut uang gajinya ia tabung lalu dibelikan perhiasan emas (sebelum harga emas melambung tinggi seperti sekarang). Eh, gak lama setelah beli emas, bapak tirinya datang mau pinjem uang untuk beli tanah di samping rumahnya di desa. Katanya tanah itu akan dijual murah untuk keperluan yang mendesak. Tanah di atas tanah itu ditanami pohon bambu, yang katanya si bambu sangat laku untuk dijual. Singkat kata kalau tanah itu bisa dibeli akan banyak menolong keluarga Idah. Tapi masalahnya Idah nggak punya uang sebanyak yang diinginkan bapak tirinya malam itu juga. Bapak tirinya ngotot supaya Idah meminjamkan perhiasan emasnya, tapi Ibu larang (Ibu sadar Ibu udah terlalu jauh mencampuri urusan mereka), tapi ini kan demi Idah. Idha sih nurut aja ke Ibu dia nggak menyerahkan si perhisan emasnya ke bapak tirinya, sebagai gantinya sebenernya masih kurang banyak juga sih, Idah menggadaikan gajinya sampai lebaran untuk diberikan kepada bapak tirinya. Jdi sekarang nih sampai lebaran Idah udah gak punya gaji.
Waktu pun beralalu tanpa ada kabar lagi bagaimana cerita si tanah yang dibeli itu. Sampai suatu hari, beberapa minggu yng lalu, kakeknya Idah datang ke rumah, memberitahukan bahwa bibi nya Idah akan menikah dan Idah diharuskan pulng ke desa. Selain itu si kakek juga memberi tahu bahwa ibunya Idah sedng hamil 5 bulan anak yang ke-5 (padahal 2 tahun yang lalu baru aja punya bayi aliyas dik nya idah yang paling bungsu). Sebetulnya tujuan utama si kakek mendatangi Idah bukn hanya itu, dia tuh juga mau minta uang ke Idah beberapa ratus ribu, tapi kan Idah udah gak punya uang. Ketika bertemu kakenya Idah pun bertanya tentang tanah itu, kakeknya bilang nggak ada yang menjual tanah di dekat rumahnya, dan tanah itu msih menjadi milik yang punyanya. Kebenaran mulai terkuak.......
Seminggu yang lalu Idah pmit minta ijin pulng kampung untuk menghadiri pernikahan bibi nya. Kembali ke Bandung membawa berita bahwa memang uangnya tidak dibelikan tanah, tapi ditabungkan di bank (kata bapk tirinya Idah) entah lah....
Duhh...itu keluarganya Idah yah....apa mereka nggak mikir ya? Idah tuh di sini kerja bukan main-main, kok ya tegaaaaa morotin hasil banting tulang nya Idah.Untung dulu Ibu sempet ikut campur masalah perhiasan emas, coba kalo enggak? Punya apa Idah? Keluarganya itu bisanya menggampangkan, mereka tidak bekerja tapi maunya punya uang. Kerjanya hanya minta uang dan bikin anak, duhh...bener-bener nggak mikir jauh ke depan.....gak ada kepikiran bahwa mereka itu harus bekerja keras.....nggak ada sama sekali, nggak kepikiran untuk menabung entah dalam bentuk uang maupun investasi (tanah, ternak dsb).Parah! Kapan coba mereka bisa maju????
Saturday, June 28, 2008
Happy 1st Birthday Raditya....
Hari ini, 28 Juni 2008.....adalah ulang tahun Radit yang pertama.
Setahun yang lalu, di RS Borromeus Ibu melahirkan Radit, yang beratnya nyaris 4 kg (pantesan, waktu mengandung kok rasanya beratttt sekali, sampai hari-hari akhir menjelang cuti, Ibu udah kepayahan).
Radit, si baby giant ini sama seperti Opham kakaknya, hampir over due aliyas udha waktunya lahir eeeh...nggak lahir juga :) masih betah di perut Ibu. Karena takut caesar, kita sempet mendatangi Emak Paraji yang waktu itu nyarinya sampe ke Gunung Lagadar Cimahi. Alhamdulillah Emak Paraji nya ini baiiik sekali, ma beliau di'jampi2' dengan doa.
Percaya nggak percaya, waktu proses lahiran (Ibu sempet minum pil perangsang 1 bh, dan enggak sempet diinduksi yang pake infus ...alhamdulillah), Radit lahir lancar sekali, Ibu juga sampe gak tau kalo Radit ternyata udah keluar dari perut Ibu. Dokternya sampe takjub, sampe bilang ke Ibu..."Wah, Ibu hebat yah...."
Alhamdulillah, setelah lahir, meskipun nggak IMD (huhuhu....kita kok lupa ya Pa!) Radit langsung nenen ke Ibu. Lahap sekali, kek orang kepalaran, Ibu bahagia sekali.
Selamjutnya, meskipun Radit sempet kuning dan diopname 3 hari di RS, alhamdulillah Ibu bisa memberikan Radit ASI. Kita sama sekali nggak membeli sufor....pokoknya PD banget!
Hari-hari pertama di rumah, Ibu dan Radit belajar menyusui, karena yang namanya menyusui itu kan proses belajar.
Hari ini, Radit berusia 1 th, setahun pula Ibu memberinya hanya ASI. Mudah-mudahan Radit tumbuh menjadi anak yang soleh, cerdas, pinter, dan berguna bagi banyak orang :)
Rdait sekarang udah bisa jalan, maunya jalan terus, udah mulai ngoprek segala macem, naik-naik kursi....wah pokoknya gak mau diem.
Buat temen-temen Ibu yang selama ini telah mendukung Ibu dlm berjuang memberikan ASI, terima kasih banyak yaaaaa.......
Setahun yang lalu, di RS Borromeus Ibu melahirkan Radit, yang beratnya nyaris 4 kg (pantesan, waktu mengandung kok rasanya beratttt sekali, sampai hari-hari akhir menjelang cuti, Ibu udah kepayahan).
Radit, si baby giant ini sama seperti Opham kakaknya, hampir over due aliyas udha waktunya lahir eeeh...nggak lahir juga :) masih betah di perut Ibu. Karena takut caesar, kita sempet mendatangi Emak Paraji yang waktu itu nyarinya sampe ke Gunung Lagadar Cimahi. Alhamdulillah Emak Paraji nya ini baiiik sekali, ma beliau di'jampi2' dengan doa.
Percaya nggak percaya, waktu proses lahiran (Ibu sempet minum pil perangsang 1 bh, dan enggak sempet diinduksi yang pake infus ...alhamdulillah), Radit lahir lancar sekali, Ibu juga sampe gak tau kalo Radit ternyata udah keluar dari perut Ibu. Dokternya sampe takjub, sampe bilang ke Ibu..."Wah, Ibu hebat yah...."
Alhamdulillah, setelah lahir, meskipun nggak IMD (huhuhu....kita kok lupa ya Pa!) Radit langsung nenen ke Ibu. Lahap sekali, kek orang kepalaran, Ibu bahagia sekali.
Selamjutnya, meskipun Radit sempet kuning dan diopname 3 hari di RS, alhamdulillah Ibu bisa memberikan Radit ASI. Kita sama sekali nggak membeli sufor....pokoknya PD banget!
Hari-hari pertama di rumah, Ibu dan Radit belajar menyusui, karena yang namanya menyusui itu kan proses belajar.
Hari ini, Radit berusia 1 th, setahun pula Ibu memberinya hanya ASI. Mudah-mudahan Radit tumbuh menjadi anak yang soleh, cerdas, pinter, dan berguna bagi banyak orang :)
Rdait sekarang udah bisa jalan, maunya jalan terus, udah mulai ngoprek segala macem, naik-naik kursi....wah pokoknya gak mau diem.
Buat temen-temen Ibu yang selama ini telah mendukung Ibu dlm berjuang memberikan ASI, terima kasih banyak yaaaaa.......
Tuesday, June 24, 2008
Catatan di Balik Kelas ASI Bandung

Tanggal 21 dan 22 Juni kemarin adalah hari yang sibuk buat Ibu. Karena Ibu jadi panitia Kelas ASI Ibu Bekerja - Bandung.Nulisnya menyusul yaaah...lagi sibuk banget soalnya....
UPDATE :
Mumpung lagi lowong, yuks kita nulis yuks!!!
21 Juni 2008
Jadwal TOT Kelas ASI Ibu Bekerja - Bandung
Ceritanya hari itu kita para panitia Kelas ASI Bandung mau ditraining dulu sama konselor dan panitia dari YOP (Yayasan Orang Tua Peduli) Jakarta. Kenapa harus ditraining dulu? Karena ini adalah pertama kalinya diadakan Kelas ASI untuk Bandung.
TOT ini adalah pengalaman yang sangat berharga buat Ibu, karena Ibu mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak lagi mengenai Ilmu per-ASI-an. Dan....akhirnya Ibu bisa bertatap muka dengan Mbak Luluk L. Soraya (secara selama ini cuma akrab sama tulisan-tulisannya tentang ASI). Gak hanya ketemu sama Mbak Luluk, Ibu juga ketemu sama konselor laktasi ( Mbak Tika, Mbak Ade dan Mbak Vida) ....woaaaah kesempatan tanya segala macem pertanyaan tentang ASI ;p
22 Juni 2008
Okeh, saatnya tampil di depan sebagai pembawa materi. Ibu kebagian maeri : Teknik Memerah ASI. Duuuhhh....grogi deh, maafkan yah kalau penampilan Ibu kurang memuaskan pendengar :D Untung saja Ibu banyak dibantu oleh Mbak Tika sang konselor. Soalnya pada materi ini, ternyata banyak pertanyaan dari peserta. Mudah-mudahan apa yang Ibu sampaikan kemarin jelas dan mudah dimengerti :) Dan pastinya di kelas-kelas selanjutnya Ibu janji akan tampil lebih baik lagi.
Kelas ASI ditutup dengan diskusi kelompok, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (3 orang) dan masing-masing kelompok didampingi oleh seorang pembimbing. Boleh tnaya apa aja seputar ASI, kalau perlu sebelum datang ke kelas persiapkan pertanyaan sebanyak-banyaknya, biar nggak penasaran dan semakin paham tentang seluk-beluk ASI.
Fiuuuh.....akhirnya beres juga. Sore itu sebelum kita(panitia) bubar ada seorang teman datang untuk berkonsultasi mengenai pemberian ASI. Wow! 'Pasien' pertama nih :) insyaAllah akan menambah 'jam terbang' untuk para panita dalam memberikan bimbingan tentang ASI....(ya kan rekan-rekan panitia?)
Terakhir, Ibu ucapkan terima kasih buat Papa Noor tercinta. Makasih ya Pa udah mengijinkan Ibu ikut kegiatan ini. Papa nggak cuma memberikan ijin, tapi juga dukungan penuh (bolak-balik antar jemput, ngasuh anak-anak di rumah dsb). Punten, waktu untuk berkumpul yang hanya kita miliki seminggu sekali dipakai untuk kegiatan ini. Mudah-mudahan barokah ya Pa...insyaAllah. Pokonya Ibu sangat-sangat berterima kasih ke Papa, tanpa dukungan Papa, Ibunggak ada artinya apa-apa. I Love You !!!!
Buat rekan-rekan panita.....SEMANGAT!!!!
liputan lainnya bis dilihat di sini
Monday, June 16, 2008
Cerita Weekend
Sabtu ceria, pagi-pagi kuisi dengan membantu My Mommy bikin Swan Soes 150 pcs, buat yang mo jadi penganten esok hari. Sampai siang baru beres segera didelivery. Abis itu ambil jahitan ke penjahit...(ya eyaalah ke penjahit masa iya ke toko buku). Beres ambil jahitan nyempetin mampir di toko souvenir, cerita nya mau bantuin Mama D, buat acara minggu depan tea! Trus abis itu bareng ma Papa Noor ke bengkel.
Beres dari bengkel mau ke BSM, karena janji ketemuan sama ibu-ibu yang suka nge-blog ;p (janjian kopdar). Di bengkel dah sms-an ma Vera, jam 15.30 baru bisa sampai di BSM, hohoho...ternyata Ibu telat buanget datengnya....maafkeun ya teman-teman :)
Di sana ketemu ma Vera, Ghia, Dwi Wulan, Jheung Rhie, Ria, Asil (bener yah udah kesebut semua kan? yang belum ngacung yah!!)
Udah datengnya telat, eeeh...langsung dikasiy kado dari Vera dan Dwi Wulan...nuhun pisan nyaa ;p Katanya mereka dah pada ngumpul dari jam 1 siang, bahkan dari siang tuh ada Nurul danMia(kaget loh pas lihat fotonya Mia, kayaknya kenal, pas dilihat lebih seksama lagi...lhaaa...ini mah temen sekolah di SMAN 5 Bandung atuh...pantesan...hihihiy dunia sempit yah! Sayang gak ketemu.Lha abis Ibu taunya kumpul ba'da ashar siy. Jadilah waktu kongkow-kongkow nya gak lama, gak lama pada pamit, tinggallah Ibu, Vera ma Ghia ber-3 melanjutkan ngobrol-ngobrol, jam 17.00 kita pun bubar (waktu rasanya cepet banget berlalu).
Mudah-mudahan dilain waktu bisa kopdaran lagi....see you.....
(foto dicopas dari blognya Ghia)
Subscribe to:
Posts (Atom)




